*Si Pencuri Lincah Panjat Tembok Pakisaji (prigibeach.com)- Sebuah minimarket yang berada di tepi Jl Raya Kecamatan Pakisaji, jurusan Malang-Kepanjen, dibobol sekelompok begal. Kerugian ditafsirkan mencapai sekitar Rp 10 juta karena pelaku yang diperkirakan berjumlah tiga orang itu menguras isi toko, berupa rokok senilai Rp 4,4 juta, bedak senilai Rp 3,4 juta, dan sejumlah pakaian. Pelaku diperkirakan beraksi Sabtu (6/2) dini hari sewaktu toko itu tutup. "Kami masih menyelidiki kasus ini, termasuk melacak pelakunya," kata AKP Farid Fatoni SH, Kapolsek Pakisaji, Minggu (7/2). Toko di sepanjang jalan ini, bisa jadi memang tengah tengah diincar maling. Sebab, pencurian di sepanjang jalan raya itu bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, konter ponsel (HP) yang berjarak sekitar 20 meter dari minimarket itu juga dibobol maling. Seisi konter dikuras habis. Modus pencurian di konter ponsel dan minimarket itu bisa dikatakan sama. Yakni, pelaku sama-sama menjebol atap asbes, setelah membuka gentengnya. Diperkirakan pencurian di dua TKP itu dilakukan oleh kelompok yang sama. Bahkan, bekas jejak pelaku yang menempel di dinding, juga sama ukurannya. Yakni, diperkirakan orangnya berperawakan kecil. "Pelakunya kemungkinan paham tempat yang dicuri. Mereka bukan pelaku jauh, melainkan sekitar sini saja. Mulai modusnya sampai ukuran jejak kakinya hampir sama. Kami perkirakan, salah satu pelakunya, orangnya kecil. Itu terlihat dari bekas jejak kakinya," ujar petugas yang mengecek ke TKP. Pencurian itu diketahui Sabtu pagi sewaktu minimarket itu akan buka. Itu diketahui karyawannya sendiri, Ahmad, 24. Saat membuka toko, dia kaget bukan main karena seisi toko terlihat berantakan dan berserahkan di lantai. Setelah dicek, dia baru sadar kalau ada pencuri masuk ke dalam minimarket. Itu diketahui dari jejak kaki yang tertinggal dinding. Diperkirakan pelaku turun dengan merayap dinding. Di dalam toko, tampak beberapa kotak asbes yang jebol dan jatuh berserahkan ke lantai bawah. Dugaan petugas, pelakunya masuk toko dengan cara memanjat tembok belakang toko, kemudian memanjat ke atas genteng. Selanjutnya, mereka membuka genteng untuk dipakai masuk ke dalam asbes. Setelah menjebol asbes, pelaku turun dengan merayap dinding. Kemungkinan, tak semua pelaku turun, melainkan satu orang menunggu di atas genteng, sedang yang dua orang mengemasi barang curiannya. Diperkirakan, hasil curiannya itu dimasukkan ke dalam sak, untuk memudahkan membawa kabur. Setelah mendapatkan hasil kejahatannya, pelaku kembali keluar melalui jalan semula. Sebab, diketahui bekas kakinya cukup banyak menempel di dinding.fiq/sol |