Blitar (prigibeach.com) - Kerja keras polisi memburu pelaku perampokan di UPTD Pendidikan Daerah Sananwetan dan BPR Pulau Intan Sejahtera Senin pekan lalu tak membuahkan hasil. Belum terungkapnya kasus perampokan ini tampaknya membuat jajaran Polresta Blitar gerah.Karena itulah, korp berbaju cokelat itu bertekad segera memaksimalkan penyelidikan kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya dengan membentuk tim pemburu rampok (TPR). Hal itu diungkapkan Kapolres Kota Blitar AKBP Arief Agus Marwan melalui Kasatreskrim AKP Purdiyanto. Perwira dengan tiga balok di pundak ini mengatakan, TPR beranggotakan. Tugas mereka adalah menyelidiki secara sungguh-sungguh kasus perampokan yang hingga saat ini belum terungkap. Tidak hanya kasus yang terjadi seminggu lalu, tapi juga kasus-kasus sebelumnya. "Kelima anggota ini, kami tugaskan untuk memburu pelaku perampokan," ungkap Purdiyanto. Upaya membentuk TPR itu, kata dia, tampaknya mulai membawa hasil. Indikasinya, dari hasil penyelidikan sementara, tim tersebut telah menemukan sedikit celah. "Dari hasil penyelidikan, mulai ada titik terang. Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan penemuan proyektil serta beberapa sidik jari di TKP beberapa waktu lalu," terangnya. Namun ketika dikonfirmasi ciri-ciri pelaku, Purdiyanto enggan memberikan gambaran secara rinci. Diduga pelaku termasuk salah satu sindikat yang terlibat perampokan di beberapa lokasi di Kota Blitar. Yakni, di BRI Unit Jalan Cemara, BPR Nusamba Kanigoro. Informasinya pelaku tidak hanya melibatkan warga Blitar saja tetapi juga dari luar kota. "Untuk informasi lebih jauh, kami belum bisa memberikan keterangan, karena dapat mempersulit proses penyelidikan," paparnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Senin pekan lalu masyarakat Kota Blitar digemparkan dua aksi perampokan di tempat berbeda. Dua tempat yang menjadi sasaran kejahatan, yakni Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Daerah (Dikda) Kecamatan Sananwetan di Jalan Bali dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pulau Intan Sejahtera di Jalan Supriyadi. Dari hasil penyelidikan petugas, pelaku perampokan di pagi hari tersebut saling berkaitan alias sama. Akibat dari peristiwa itu, uang nasabah BPR Pulau Intan Sejahtera senilai Rp 40 juta raib dibawa kabur pelaku. Sedangkan di UPTD Dikda Sananwetan, pelaku tidak berhasil membawa kabur uang karena keburu dipergoki salah satu pegawai. Padahal di kantor tersebut terdapat uang gaji pegawai sebesar Rp 500 juta. Berdasar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, peristiwa perampokan di pagi hari itu diduga juga ada kaitanya dengan perampokan di unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cemara dan BPR Nusamba Kanigoro 9 September tahun lalu. Pelaku membawa senjata api rakitan langsung merangsek masuk ke lokasi dan memuntahkan peluru ke udara. Selain itu, ciri-ciri pelakunya juga sama. Seperti, mengenakan helm teropong saat menjalankan aksi, mengendarai sepeda motor Yamaha Force I ZR warna gelap, serta tergolong nekat. (tri/yog/jpos) |