Jakarta (prigibeach.com) - Kesedihan tampaknya sudah tak nampak pada Winda Nuraidah, mantan tenaga kerja wanita (TKI) asal Lampung. Meski ia sempat mengalami cacat fisik di mukanya, terutama hidung dan mata kirinya akibat tertimpa plafon beton di rumah majikannya di Yordania, kini ibu beranak 5 orang itu berhasrat mulai hidup baru dengan bisnis.
"Saya senang Pak Jumhur memberi saya uang santunan sebesar Rp 5 juta," ujar Winda Nuraidah ketika diajak ketemu Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat di ruang kerjanya oleh Yusri Al Bima dari Gasbindo, Senin (8/2).
Winda menuturkan, ketika kecelakaan itu menimpa dirinya sekitar pukul 01.30 pagi, ia tengah tidur nyenyak. Beruntung Winda mempunyai majikan yang baik dan ia segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pengobatan.
"Saya dirawat di rumah sakit sekitar 2 minggu dengan biaya sekitar Rp 40 juta," kenang Winda yang diberangkatkan ke Yordania oleh PT Sinar Berlian Mandiri tahun 2007-2009.
Soal gaji yang diterima, kata Winda, per bulannya sekitar Rp1.250.000. Di Yordania ia bekerja selama 2 tahun lebih 2 bulan. Tapi ia hanya dibayar 2 tahun, sedang sisa gajinya 2 bulan dipakai untuk biaya tiket kepulangan ke Indonesia dan biaya pengobatan.
Setibanya di tanah air, Winda dirujuk kembali ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk pengobatan lanjutan. Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 6 juta. Uang pengobatan itu dibayarkan pihak perusahaan tempatnya bekerja, PT Sinar setelah diadvokasi oleh Gasbindo.
Yusri yang mendampingi Winda mengungkapkan, pihaknya kini tengah mengurus asuransi. Sesuai dengan aturan asuransi, Winda bisa mendapatkan santunan kecelakaan kerja sebesar Rp10.000.000.
"Asuransi JAS hanya mau membayar Rp 4 juta karena Winda tidak membawa surat keterangan dari Kedutaan Besar RI di Yordan," tutur Yusri, seraya mengatakan pihaknya menolak ganti rugi itu pada hal meski dokumen yang dibawanya sudah lengkap.
Kalau JAS mau memberikan Rp 6 juta, kata Yusri yang mendapat kuasa dari Winda untuk mengurus asuransinya, pihaknya baru mau berdamai.
Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat ketika memberikan sumbangan itu berharap agar uang yang diberikannya kepada Winda bisa membawa berkah. "Semoga rencana dagang Winda bisa berjalan dengan baik dan mendapat keberkahan," ucap Jumhur. (zul/bnptki)
» Sudah dibaca sebanyak
8 kali [ hari ini 2 kali ] sejak ditampilkan » Unduh PDF » Cetak Berita