Kediri (prigibeach.com) - Jebloknya hasil try out ujian nasional (unas) SMP/MTs dan SMA/MA di Kota Kediri tak membuat dewan pendidikan kaget. Menurut ketuanya, Mustain, hal itu seolah sudah menjadi tradisi tahunan. "Setiap tahun selalu jelek," ujarnya saat dihubungi Radar Kediri kemarin.Seperti diberitakan, angka kelulusan siswa SMP/MTs dalam try out unas pertama pekan lalu hanya 48,4 persen atau 2.653 siswa dari total 5.478 peserta. Sedangkan untuk SMA/MA lebih parah. Yaitu 25,2 persen atau 1.046 siswa dari 4.155 peserta. Meski jebloknya hasil try out merupakan hal yang biasa, Mustain tetap berharap hal itu dijadikan pelajaran oleh semua pihak. Baik siswa, guru, maupun orang tua. Sehingga mereka mau memperbaiki diri agar dalam unas sesungguhnya tak terulang. Mustain juga meminta dinas pendidikan (disdik) dan sekolah melakukan evaluasi atas hasil try out tersebut. "Siswa banyak gagal di mana, di soal nomor berapa. Lalu, materinya sudah disampaikan atau belum," kata ketua badan penjaminan mutu Universitas Islam Kadiri (Uniska) ini. Selain itu, imbuhnya, disdik perlu mengecek bobot soal try out. Apakah sengaja dibuat lebih tinggi dibandingkan unas atau tidak. Dari situ, kemampuan siswa bisa benar-benar diukur. Dengan evaluasi yang matang tersebut, lanjut Mustain, tidak akan ada lagi kata 'mungkin' dalam menentukan penyebab kegagalan try out. "Jadi, nanti akan ada data riil terkait hasil try out termasuk penyebab kegagalannya. Kalau sekarang ini kan belum pernah diketahui secara pasti," ujarnya. Siswa, guru, maupun orang tua juga tidak akan meraba-raba. Sehingga, mereka bisa menentukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Dan, agar solusi itu efektif, Mustain meminta pihak sekolah memanggil orang tua. Lalu, memberitahukan kekurangan anaknya dalam mengerjakan soal unas. Dengan demikian, di rumah, orang tua bisa ikut memantau dan membantu anaknya dalam meng-up grade kemampuannya. Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Edy Purnomo melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Umi Laila mengatakan akan mengevaluasi hasil try out unas SMP/MTs. "Apa penyebabnya akan kami cari tahu bersama dan akan kami perbaiki," ujarnya. Agar siswa siap dalam mengikuti unas pada 29 Maret-1 April, disdik akan menggelar dua kali try out lagi. Try out kedua dilaksanakan 15-18 Februari. Sedangkan try out ketiga 1-4 Maret. "Kami harap dengan tiga kali try out siswa sudah terbiasa dengan soal-soal unas," ujarnya. Untuk try out kedua, Umi menargetkan angka kelulusan naik dari 48,4 persen menjadi 70 persen. Sedangkan try out ketiga diharapkan bisa mencapai 99 persen. "Kami harap dalam unas nanti bisa 100 persen," harapnya. (tyo/hid/jpos) |