Ngadiluwih (prigibeach.com) - Baru dibangun, belum sampai selesai tuntas, plengsengan di dekat jembatan Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, sudah ambrol karena tergerus air hujan. Belum jelas, apakah bangunan itu tidak sesuai bestek atau memang memang arus air begitu besar di luar prediksi.Sutrisno, 40, warga setempat, menjelaskan Jembatan Banggle itu putus pada Januari 2009 lalu. Pada September 2009, pemerintah mulai mengawali pembangunan. Untuk membangun jembatan baru, pemerintah lebih dulu membangun plengsengan di kanan kiri sungai untuk menahan air agar jembatan itu nanti bisa tahan lama. Pembangunan plengsengan itu sendiri sebenarnya masih belum selesai tuntas. Namun di saat pembangunan plengsengan masih dalam proses dan belum tuntas, justru plengsengan itu sudah ambrol sepanjang sekitar 10 meter. Menurut Sutrisno, plengsengan tersebut ambrol sejak seminggu lalu. Namun masih belum ada upaya perbaikan hingga saat ini. Dia berharap plengsengan yang ambrol itu segera dibangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan memadai. Kabag Humas Pemkab Kediri, Eko Setiyono, saat dikonfirmasi menyatakan jembatan Bangle itu memang dalam proses pembangunan. "Hingga saat ini masih dalam perbaikan," ujarnya. Terkait dengan ambrolnya plengsengan tersebut, pihaknya mengaku belum mengetahui. Sehingga belum bisa menjawab banyak. "Saya belum mendapat laporan," imbuhnya. Begitu juga saat dia mencoba menanyakan masalah tersebut ke dinas terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum, dia mengaku hubungannya belum bisa tersambung. "Saya coba hubungi tetapi belum nyambung," tambahnya. (dp/im/jpos) |