Nganjuk (prigibeach.com) - Sungguh berat beban derita Dahlia (bukan nama sebenarnya). Siswi SD berusia 13 tahun ini mengadu telah diperkosa. Kemarin, didampingi orang tuanya, bocah asal Desa Bendolo, Sawahan itu melapor ke Polres Nganjuk. "Kejadiannya sudah terjadi hampir dua tahun lalu, sekarang baru dilaporkan," ungkap Kasatreskrim AKP M. Puji.Dari keterangan Dahlia, Puji mengatakan peristiwa asusila itu dialami kali pertama pada 2008 lalu. Namun dia mengaku lupa kapan kejadian persisnya. Kepada penyidik unit PPA, korban menuturkan insiden terjadi sekitar pukul 21.00. Kejadiannya di rumah Pri, 18, pria yang diadukan Dahlia telah memperkosanya. Awal peristiwanya ketika Dahlia melintas di depan rumah Pri. Saat itulah, Dahlia mengaku diajak bermain ke rumahnya. Tidak curiga, Dahlia menurut. Namun sampai di dalam, Pri ditengarai berbuat tidak senonoh. Sontak Dahlia menolaknya dengan meronta-ronta. "Informasinya pelaku tidak peduli dan terus memaksanya," kata Puji. Khawatir Dahlia berteriak, Pri mengancam akan menyakitinya. Korban pun ketakutan lantaran Pri juga mengancam membunuhnya. Di ruang dapur diduga Pri mencabuli murid SD itu. Ancaman Pri tampaknya cukup manjur. Usai kejadian tersebut Dahlia tidak berani menceritakan apa yang dilakukan Pri pada keluarganya. Merasa aman, Pri tampaknya ketagihan untuk mengulangi perbuatannya tersebut, "Kejadian kedua bulan Agustus 2009," ungkap Puji. Kejadian juga terjadi di rumah pelaku. Saat itu korban tengah disuruh orang tuanya untuk membeli kerupuk. Melihat rumah dalam keadaan sepi, pelaku lantas mengajak Dahlia untuk masuk ke dalam rumah. Begitu sampai di dalam, pelaku lantas memaksa Dahlia untuk melayani nafsu bejatnya. "Selesai kejadian korban mengaku diberi uang tutup mulut Rp 5 ribu," jelas Puji. Kejadian tersebut baru terbongkar beberapa waktu yang lalu. Ini setelah pihak keluarga curiga melihat perubahan perut Dahlia yang kelihatan lebih buncit. Akhirnya setelah didesak, bocah yang masih duduk dibangku SD itu menceritakan perbuatan biadab Pri. Tidak terima, keluarga korban pun melaporkannya ke pihak yang berwajib. Ditakan Puji, sejauh ini pihaknya masih sebatas menerima laporan dari korban. Untuk selanjutnya kasus tersebut masih dalam penyelidikan penyidik Unit PPA Polres Nganjuk. (ery/jpos) |