Kembalikan Formulir, Diantar Penasihat Yayasan Puri CikeasKediri (prigibeach.com) - Yuliantoro kembali 'pamer' kedekatan dengan para petinggi Partai Demokrat dan orang-orang di sekitar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Itu dilakukannya ketika mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) ke kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri, kemarin. Lelaki asal Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang itu diantar Penasihat Yayasan Puri Cikeas Siti Alfiah. Beberapa waktu lalu, Alfiah juga sempat datang bersama Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok untuk menjenguk ibunda Yuliantoro. "Saya mengirimkan kelengkapan berkas pendaftaran. Ada yang kurang, tapi akan saya lengkapi siang ini (kemarin siang, Red) juga," katanya kepada Radar Kediri. Untuk diketahui, Yuliantoro tiba sekitar pukul 10.00. Dengan menenteng map berisi kelengkapan persyaratan pendaftaran, dia langsung masuk ke kantor DPC yang terletak di Jl R.A. Kartini tersebut. Belasan pendukungnya mengikuti. Yuliantoro menyebut, selain Alfiah, mereka adalah Ketua SOKSI Jatim Juwari, tim survei DPP Partai Demokrat Baeduri, serta staf keuangan keluarga mantan Presiden Soeharto, Dahroni. "Saya juga menggelar survei sendiri yang dilakukan Solusi Indonesia," sebut Yuliantoro yang kemarin diterima langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri Koesjanto dan sejumlah fungsionarisnya. Menurut Yuliantoro, kedatangan Alfiah dan para pendukungnya dari Jakarta menjadi dorongan moral tersendiri baginya untuk terus maju. Akan tetapi, dia tetap akan mengikuti setiap tahapan penjaringan yang telah ditetapkan. Bahkan, seandainya rekom tidak jatuh kepadanya, Yuliantoro akan tetap mendukung dan membantu pemenangan calon yang diberangkatkan Demokrat. "Tapi tentu saya berharap bisa mendapat rekom," tandas lelaki yang mengaku sebagai manajer PT Konstrukta Jasa Prima Jakarta ini. Secara terpisah, Siti Alfiah mengatakan, kedatangannya ke Kediri kemarin bukan dalam kapasitas sebagai penasihat Yayasan Puri Cikeas. Melainkan sebagai pribadi. Meski demikian, perempuan sepuh berkacamata ini menyatakan mendukung penuh pencalonan Yuliantoro. "Saya memang dekat dengan dia (Yuliantoro, Red). Seperti ibu dan anak," katanya sembari masuk mobil. Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Arif Junaidi yang sebelumnya memastikan tidak akan mendukung Hariyanti tiba-tiba melunak. Dia menyatakan, penentuan rekomendasi berada di tangan DPP. Adapun proses verifikasi bakal calon bupati (bacabup) ditentukan oleh tim Indonesia Centre. Kemudian, nama-nama yang diverifikasi diserahkan kepada Prabowo Subianto selaku ketua dewan pembina DPP. "Dewan pembina (Prabowo, Red) punya hak prerogratif untuk menentukan calon. Jadi, kami menunggu saja," katanya kepada Radar Kediri kemarin. Lebih lanjut Arif mengatakan, selama ini ada empat nama yang sudah berada di tangan DPP. Salah satunya adalah nama Hariyanti. Nama-nama itulah yang akan diverifikasi. Meski demikian, bisa saja DPP memutuskan untuk tidak mengusung atau mendukung mereka sama sekali. Karena itu, apapun keputusan DPP, DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri siap mengikuti. Bahkan, jika DPP memutuskan untuk menjadi oposisi. "Intinya, kami menunggu keputusan DPP," tandasnya. (ut/hid/jpos) |