| "Tedung Mediun" Maskot Pameran Keris di Gedung Pendopo Muda Graha Madiun (prigibeach.com)Gedung Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun hari ini Kamis (22/07) mendadak di padati dengan ratusan macam keris yang sengaja di pamerkan . Selain merupakan peninggalan sejarah pendirian Madiun, benda pusaka yang berjumlah 442 buah itu, sebagian merupakan peninggalan senjata kerajaan di masa sejarah Kerajaan -kerajaan Indonesia. Koko Sunarko (53) anggota pecinta keris Tundung Mediun, beberkan tentang pameran tersebut. Menurutnya peserta pameran pusaka keris dan tombak itu adalah berasal dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Dalam pameran ini juga dipamerkan keris dan tombak koleksi milik sejumlah pejabat di linkungan Pemkab Madiun. Diantaranya, sejumlah keris milik Bupati Madiun Muhtarom dan Wabup Iswanto. Selain itu, ada juga keris dan tombak pusaka koleksi para pejabat lain. "Keris tertua yang dipamerkan merupakan peninggalan jaman kerajaan Majapahit. Ada juga peninggalan jaman kerajaan Pajajaran, Airlangga, Blambangan, Mataraman, Tuban hingga Demak," Jelas Koko. Lebih jauh Koko mengatakan, meski sebagian koleksi keris dipamerkan secara terbuka, namun pengunjung tidak diperkenankan menyentuh ratusan keris tersebut. Pasalnya, untuk keris dan ujung tombak serta liukannya sudah diolesi dengan racun yang sangat berbahaya. Sedangkan sebagian keris diamankan dengan diberi kaca dan kotak. "Racunnya sangat berbahaya. Sebab, kalau usai menyentuh lupa tak membersihkan tangan, maka ketika makan, racunnya akan tertelan," imbuhnya. Dari pantauan prigibeach diacara itu, seluruh keris yang dipamerkan tidak satupun yang memiliki kesamaan. Sebanyak 442 keris dan tombak itu memiliki ciri yang berbeda dan namanya juga tidak sama. Diantaranya, ada yang dinamakan keris Kalagumarang, Balenoto, duplikat Tundung Mediun, Kiai Pleret, Kiai Blabar, Sengkelet, Tila Punjer, Tiranjani, dan lain sebagainya. Pameran keris dan tombak pusaka tersebut mampu membuat minat baru bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung yang sebagian besar terdiri dari pelajar SD, SMP dan SMA. Salah seorang pengunjung, Andrianto Putra (11) siswa Kelas V SDN Tanjungrejo, Madiun mengatakan, dirinya sangat senang bisa melihat langsung berbagai bentuk keris yang dipamerkan tersebut. Menurutnya, selain bentuknya unik juga tidak memiliki persamaan antara satu keris dengan keris lainnya. "Saya paling suka keris itu, keris tundung mediun. Selain bentuknya unik, keris itu merupakan peninggalan sejarah berdirinya Kabupaten Madiun,tapi sayang tanggal 25 Juli ini pameran sudah selesei" tambah siswa yang mengaku suka dengan seni wayang ini(Nar) |