BNP2TKI Siap Lanjutkan Penempatan TKI Perawat ke Jepang
Jakarta (prigibeach.com) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memastikan kesanggupan untuk terus melanjutkan program penempatan TKI program G to G (Bilateral) sektor perawat (nurse) dan perawat orang tua (care workers) ke negara Jepang, yang telah dirintis sejak 2008 lalu.
"Kunjungan kami ke Kementrian Luar Negeri Jepang selain evaluasi program 2010, juga untuk menjajaki permintaan Jepang akan TKI perawat dan TKI Pendamping Lansia pada 2011," ungkap Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, DR Ir Haposan Saragih, M.Ag, menjelang keberangkatannya ke Jepang, Kamis (23/7) malam.
Kunjungan Haposan ke Jepang (23 - 25 Juli)ini didampingi pejabat dari Kementrian Luar Negeri, Kementrian Kesehatan dan Kemenakertrans. Tim Delegasi Indonesia dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan Kementrian Luar Negeri Jepang di Tokyo pada hari Jum'at (24/7).
Haposan menjelaskan hal-hal yang akan dibahas pada pertemuan 1 (satu) hari dengan Kemlu Jepang itu terkait pembahasan rencana penempatan TKI pada 2011, Memorandaum of Understanding (MoU), Persyaratan Pelaksanaan Pelatihan, Kontrak Kerja, dan Evaluasi Progam Penempatan TKI Perawat sejak 2008, 2009 dan 2010.
Dalam pertemuan dengan Kemlu Jepang, Haposan mengharapkan agar Pihak Jepang sudah bisa mengeluarkan jumlah permintaan TKI Perawat dan pendamping orangtua untuk 2011.
"Dengan adanya jumlah TKI perawat yang dibutuhkan, kita bisa lebih bisa mempersiapkannya dengan lebih baik," kata Haposan seraya mengharapkan, permintaan tahun depan akan perawat dan pendamping lansia bisa ditingkatkan jumlahnya.
Terkait kelulusan tes perawat, Haposan juga akan meminta pihak Jepang agar memberi kemudahan bagi perawat Indonesia untuk bisa lulus tes nasional perawat.
Dijelaskannya, dari pengalaman tes tahun ini, banyak dijumpai TKI perawat yang hanya kurang 1 - 2 poin untuk bisa dianggap lulus, dan mendapatkan Sertifikat Perawat Jepang.
"Hingga kini, baru 2 perawat Indonesia yang bisa lulus tes perawat yang diadakan secara nasional di Jepang," paparnya.
Haposan menambahkan, untuk tahun ini, Indonesia akan mengirimkan 116 perawat yang masih dididik selama 2 (dua) bulan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung.
Rencananya, pada 6 Agustus nanti, ke-116 calon perawat itu akan diberangkatkan ke Jepang.
"Selama 6 bulan pendidikan (2 bulan di Indonesia dan 4 bulan di Jepang), ke-116 Calon TKI Kesehatan ini mendapatkan honor 10 dolar AS per hari," ucap Haposan. (bnp2tki)
» Sudah dibaca sebanyak
14 kali [ hari ini 2 kali ] sejak ditampilkan » Unduh PDF » Cetak Berita