Trenggalek: Tradisi Agustusan dan Hari Jadi Trenggalek 816 Lebih Awal
Tradisi Plurutan Jambe (Panjat Pinang) Tetap JadiAtraksi Paling Digemari
Trenggalek (prigibeach.com) - Peringatan HUT RI Ke- 65 atau yang biasa di sebut dengan Agustusan dan Hari Jadi Kota Trenggalek yang Ke-816 telah lebih awal dilaksanakan. Hal ini dikarenakan jadwal dimulainya Bulan suci Romadlon sekitar tanggal 10 atau 11 Agustus bulan depan, sehingga menurut Yoso Mihardi Kabag Humas Pemkab dengan majunya jadwal ini akan berdampak pada ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah Puasa . Pembukaan Kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 09.00 Wib Sabtu (24/07) di Alon-alon oleh Bupati Suharto.Peringatan itu diisi dengan berbagai macam perlombaan , termasuk lomba "Panjat Pinang" atau lebih populer di Trenggalek dinamakan " Plurutan jambe" karena memang yang dipanjat adalah batang pohon jambe. "Plurutan jambe" ini sudah mentradisi dari tahun ke tahun setiap peringatan itu. Lomba "Plurutan Jambe" atau panjat Pinang pagi itu terlihat semangat walau agak kesulitan untuk memanjatnya. Seluruh badan batang pohon pinang atau jambe tersebut sudah terlebih dulu diolesi dengan minyak goreng dan oli oleh panitia . Berbagai strategi di lakukan masing-masing Tim agar dapat dengan mudah memanjat. Begitupun dengan kekompakan Tim akan memudahkan dalam menghitung cepat memperoleh banyak hadiah yang sudah di gantung di ujung atas dari pohon itu. "Plurutan jambe" itu diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat , mulai dari tukang becak, kuli bahkan kelompok guru. Selain itu pembukaan juga sekaligus membuka bazaar serta pasar murah bagi masyarakat. Agenda hiburan rakyat itu membuat hangat bagi warga masyarakat Trenggalek yang kebetulan berlibur di kota kelahiran. Noorscahnan (38) warga Malang asli kelahiran Trenggalek ini sengaja datang bersama keluarga hanya untuk bernostalgia "Agustusan". " Kita pengen mengulang masa-masa kecil, bahagia di kota kelahiran " Ungkap pria berkaca mata ini. Konon "Plurutan Jambe " di percayai warga Trenggalek sebagai simbol kekompakan , kegotong -royongan bahu membahu dalam membangun bangsa.( Tom/Haz)
» Sudah dibaca sebanyak
50 kali [ hari ini 2 kali ] sejak ditampilkan » Unduh PDF » Cetak Berita